PELAKSANAAN PENINGKATAN JALAN DENGAN METODE CTB DI KAWASAN "KOTA TUA" JAKARTA
Sumber: Majalah Techno Konstruksi Edisi 81 Tahun VII September 2015
Penghamparan material CTB dan semen.
PT Tindodi Karya Lestari berhasil merampungkan pekerjaan peninggian elevasi permukaan jalan (grade raising) setinggi 30 cm, sepanjang kurang lebih 300 m, dengan menggunakan teknologi Cement Treated Base (CTB) di salah satu ruas jalan di Kawasan 'Kota Tua' Jakarta.
Selain mendapatkan kontrak untuk penanganan proyek Pekerjaan Peremajaan Jalan dengan Metode Teknologi Daur Ulang Aspal Recycling CMRFB di Jalan PemudaPramuka Jakarta, PT Tindodi Karya Lestari juga mendapat kepercayaan untuk melaksanakan pekerjaan peninggian elevasi permukaan jalan (grade raising) setinggi 30 cm di atas jalan eksisting dengan perkerasan hotmix sepanjang 300 m, dengan menggunakan teknologi Cement Treated Base (CTB) di salah satu ruas jalan di Kawasan 'Kota Tua' Jakarta.
Pelaksanaan peninggian elevasi jalan (grade raising) dengan teknologi CTB di salah satu ruas jalan di Kawasan 'Kota Tua' Jakarta.
Menurut Togap Simanjuntak—Bagian Operasional PT Tindodi Karya Lestari, penerapan teknologi CTB pada ruas jalan ini, didasari oleh kondisi jalan yang arus lalu lintasnya cukup padat dan rawan kemacetan. Sehingga, dengan dicoba menerapkan teknologi CTB ini, diharapkan bisa menjadi solusi terbaik, tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Adapun mengenai material yang digunakan dalam pekerjaan CTB ini, antara lain: material Base Course Klas A ditambah dengan semen 6 persen, dan kadar air 4 persen. Tahapan pelaksanaannya, sebagaimana dijelaskan Juntak, adalah material CTB dihampar dengan motor grader dengan ketebalan 30 m, kemudian dilakukan mixing dengan recycler dan baru dilakukan pemadatan. "Untuk proses pemadatannya, tidak berbeda dengan yang dilakukan pada pekerjaan recycling. Hanya saja, pada pekerjaan CTB ini perlu dilakukan curing yang berfungsi untuk memberikan setting time pada perkerasan CTB tersebut. Karena pada hakekatnya, perkerasan CTB ini merupakan perkerasan beton, tetapi tidak mutu tinggi, hanya setara dengan mutu beton K100 hingga K150," ujarnya.
Pekerjaan pencampuran atau mixing material CTB.
Seperti halnya pelaksanaan daur ulang CMRFB di Jalan Pemuda-Pramuka, untuk pekerjaan CTB di ruas jalan ini, karena lalu lintasnya cukup padat dan rawan kemacetan. maka PT Tindodi hanya diberikan izin pelaksanaan di lapangan pada malam hari, dengan corridor time mulai dari pukul 23.00 hingga pukul 05.00 atau selama kurang lebih 6 jam, dan paginya harus sudah open traffic. "Karena itu, dalam pelaksanaan pekerjaan CTB ini harus disiasati dengan memenuhi kadar semen secara optimal dan mengurangi kadar air, agar setting time-nya bisa terpenuhi dan segera dapat dibuka," jelas Juntak.
Mengenai metode pelaksanaan pekerjaan CTB ini, lanjut Juntak, dari dua lajur yang dikerjakan, pelaksanaannya dilakukan satu sisi-satu sisi (per sisi), dan setiap pekerjaan harus selesai dalam waktu satu hari. Padahal, sesuai dengan karakteristik dan spesifikasi, pekerjaan CTB normalnya memerlukan waktu selama tiga hari untuk proses curing dan baru bisa dibuka. Tetapi, karena kondisi yang tidak memungkinkan, maka satu hari harus dibuka.
Setelah selesai pekerjaan CTB, kemudian langsung dilakukan pelapisan AC/ BC setebal 5 cm dan lapis AC/WC setebal 3 cm sebagai penutup lapisan atas. Sehingga total ketebalan lapisan adalah 8 cm, untuk mengejar elevasi pada perkerasan jalan beton eksisting.
Proses pemadatan dengan sheep foot roller.
Pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan dengan teknologi CTB ini berhasil dirampungkan oleh PT Tindodi Karya Lestari selama 7 hari atau seminggu. 'Jika dilihat dari hasilnya di lapangan, cukup baik dan jauh lebih murah, jika dibandingkan dengan perkerasan beton. Sehingga, teknologi CTB ini ke depan bisa diterapkan untuk peningkatan jalanjalan di Ibukota Jakarta yang memerlukan open traffic secara cepat, khususnya pada ruasruas jalan yang rawan kemacetan," demikian Togap Simanjuntak.[pt]
© 2016 PT Tindodi Karya Lestari